Posts

Showing posts from September, 2019

Satu Ruangan, Robby Ertanto dan Jefri Nichol Bahas Sebuah Film

Image
Tersandung dengan kasus penyalahgunaan narkotika, aktor berbakat Jefri Nichol kini menjadi salah satu pasien Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur. Di sana Jefri berada dalam ruangan yang sama dengan sutradara Robby Ertanto. Berada di ruangan yang sama di manfaatkan oleh kedua untuk berbicara banyak hal. Salah satu pembicaraannya adalah mengenai film yang sedang mereka garap bersama yakni The Exocet. Dalam film tersebut sutradaranya ialah Robbbu sendiri dan Jefri sebagai pemeran utamanya. "Banyak (sharing) sih, soal film iya sih," ujar Jefri saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (18/9). Kendati begitu, aktor Jakarta vs Everybody ini tak mengetahui kabar persidangan Robby lantaran kuasa hukum keduanya berbeda. "Belum tahu, kan beda kuasa hukum juga," tukas Jefri. Sebelumnya, pria 20 tahun ini menceritakan tentang dirinya yang sempat berada dalam satu tempat bersama Robby. Namun, dikatakan Jefri, kini Robby telah...

Perdana Menteri Lebanon Umumkan Negaranya Darurat Ekonomi

Image
Di Istana Kepresidenan Baabda di ibu kota Beirut atas permintaan Presiden Michel Aoun meminta unutk diadakannya pertemuan ekonomi. Setelah Saad al-Hariri, Perdana Menteri Lebanon mengatakan bahwa dinegaranya sedang mengalami keadaan darurat ekonomi. "Kita harus mengesampingkan perbedaan politik dan pandangan pribadi kita untuk berupaya mencari solusi yang efektif guna mengatasi krisis ekonomi saat ini," ujar Presiden Aoun melalui laman Anadolu, Rabu (4/9/2019). Setelah digelarnya pertemuan ekonomi, PM al-hariri menggelar konferensi pors. Pada konferensi pers itu dirinya mengumumkan keadaan ekonomi darurat di negara tersebut. Al-Hariri mengatakan bahwa pemerintah akan melanjutkan kebijakan yang menstabilkan nilai tukar pound Lebanon. Parlemen akan mempercepat proyek-proyek investasi yang disepakati serta pemerintah akan berupaya memenuhi kekurangan listrik, tutur al-Hariri. Fitch Ratings mengumumkan penurunan peringkat kredit Lebanon dari B ke CCC pada 24 Agustus...

Seakan Tidak Puas Dengan Kemampuannya Achmad Baiquni Ambil Pendidikan Kembali

Image
Selasa (17/3/2019), Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)  PT Bank Negara Indonesia (Persero)   Tbk  diketahui telah merombak habis sebagian besar manajemen baik dijajaran komisaris maupun direksi. Bahkan posisi Direktur Utama  BNI   itu kini telah dipegang oleh  Achmad Baiquni   setelah sebelumnya dipegang oleh Gatot M Suwondo yang telah habis masa jabatannya. Namun, ternyata untuk menjadi Direktur Utama dari  Bank Negara Indonesia  ini,  Baiquni   juga harus merangkak dari awal. Ditahun 1982,  Baiquni   berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran, Bandung yang kemudian ditahun 1984 ia memulai karir perbankan nya di  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk  dan dari situlah ia berhasil menduduki beberapa jabatan manajerial, seperti adalah Direktur Bisnis Usaha Kecil, Menengah, dan Syariah, Direktur Korporasi, Direktur Konsumer, serta Pemimpin Divisi Pengelolaan Bisnis Personal. Merasa...

Waktu ke Waktu BNI Hasilkan Kinerja Positif Pada Kepimimpinan Achmad Baiquni

Image
Sumber: Google Achmad Baiquni   kini telah menjadi Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI), tidak salah mempercayai  Baiquni  sebagai Dirut sejak tahun 2015 untuk BNI. Sejak dipercaya  Achmad Baiquni  sebagai 'bankir bertangan dingin' bank pelat merah ini konsisten menghasilkan kinerja positif dari waktu ke waktu. Achmad Baiquni  telah sukses menghantarkan BNI untuk mendapatkan laba bersih sebesar Rp13,62 triliun di sepanjang tahun 2017. Laba bersih itu meningkat sebanyak 20,1% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp11,34 triliun. Semakin meningkatnya pendapatan laba bersih tersebut merupakan hasil dari perkembangan bisnis pada segmen  Business Banking  dan  Consumer Banking  dengan disertai perbaikan kualitas aset. Di tahun 2018 BNI masih mampu untuk menunjukan kinerja positifnya. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan laba bersih BNI yang pada semester I-2018 mencapai Rp7,44 triliun atau tumbuh 1...