Hindari makanan berkemasan plastik dan kaleng
Bunda, Jauhkan si Kecil dari Makanan Berkemasan Plastik dan Kaleng Ya!
Para dokter menghimbau untuk para orangtua mendorong anak-anaknya untuk memakan buah-buahan dan sayuran dibandingkan dengan makanan siap saji.
Karena anak yang dibiasakan makan makanan kemasan yang mengandung bahan kimia beresiko terhadap masalah kesehatan tubuhnya salah satunya yaitu seperti obesitas.
The American Academy of Paediatrics merilis panduan teknis mengenai bahaya bahan kimia pada makanan yang dikonsumsi anak-anak. Bahan kimia yang masuk ke tubuh anak bisa mempengaruhi hormon pertumbuhan dan perkembangan anak.
Asosiasi yang beranggotakan 67.000 dokter anak juga menyerukan perlunya regulasi penggunaan bahan kimia pada makanan. Parahnya, bahan kimia itu memiliki keterkaitan dengan zat adiktif.
Hal yang paling berbahaya yaitu proses pembungkusan makanan dengan plastik yang mengandung bisphenol. Kemudian, makanan yang dikemas dalam kaleng juga sangat berbahaya.
"Kabar baik adalah orangtua harus menghindari memberikan makanan yang sehat kepada anak-anak. Orangtua diminta membatasi makanan yang dikemas dengan plastik," ujar Dr. Leonardo Trasande, pakar kesehatan anak-anak dari Universitas New York, dilansir Channel News Asia, pada Minggu, (4/8).
Sementara itu, Jonathan Corley, juru bicara American Chemistry Council, membela diri atas kritikan tersebut.
Karena anak yang dibiasakan makan makanan kemasan yang mengandung bahan kimia beresiko terhadap masalah kesehatan tubuhnya salah satunya yaitu seperti obesitas.
The American Academy of Paediatrics merilis panduan teknis mengenai bahaya bahan kimia pada makanan yang dikonsumsi anak-anak. Bahan kimia yang masuk ke tubuh anak bisa mempengaruhi hormon pertumbuhan dan perkembangan anak.
Asosiasi yang beranggotakan 67.000 dokter anak juga menyerukan perlunya regulasi penggunaan bahan kimia pada makanan. Parahnya, bahan kimia itu memiliki keterkaitan dengan zat adiktif.
Hal yang paling berbahaya yaitu proses pembungkusan makanan dengan plastik yang mengandung bisphenol. Kemudian, makanan yang dikemas dalam kaleng juga sangat berbahaya.
"Kabar baik adalah orangtua harus menghindari memberikan makanan yang sehat kepada anak-anak. Orangtua diminta membatasi makanan yang dikemas dengan plastik," ujar Dr. Leonardo Trasande, pakar kesehatan anak-anak dari Universitas New York, dilansir Channel News Asia, pada Minggu, (4/8).
Sementara itu, Jonathan Corley, juru bicara American Chemistry Council, membela diri atas kritikan tersebut.
"Bahan kimia adalah urusan klinis untuk melindungi kualitas makanan. Bahan kimia diperlukan untuk penyimpanan makanan," katanya.
Sumber : akurat.co

Comments
Post a Comment