Kuliner khas yang susah dicari
Ini Dia Salah Satu Kuliner Khas Yang Susah Di Jumpai Saat Ini
Nah ini adalah salah satu kuliner khas yang asalnya dari Betawi siapa yang tidak tmengenal makanan yang satu ini yaitu kerak telor, makanan khas yang satu ini sudah jarang sekali kita jumpai bahkan tidak pernah terlihat lagi.
Cara membuat kerak telor ini cukup sederhana, hanya memerlukan bahan seperti ketan putih, telur ayam atau telur bebek, ebi yang disangrai kering ditambah bawang goreng, serta bumbu yang dihaluskan. Bumbunya sendiri berupa kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica butiran atau bubuk, garam, dan gula pasir.
Dalam pembuatannya sama halnya seperti membuat telur dadar, hanya saja proses pengocokannya langsung ke dalam wajan penggorengan kecil. Selain itu proses memasaknya juga menggunakan arang api dengan membalikan wajan yang berisi bahan-bahan kerak telor tersebut agar sedikit terbakar.
Tetapi sangat disayangkan makanan tradisional ini sangat susah dicari keberadaannya. Padahal makanan ini bisa dikatakan sebagai makanan yang sangat legendaris pada masyarakat Betawi, tetapi hanya sedikit masyarakat yang memperkenalkan makanan yang satu ini, salah satunya Abdullah, pedangang kerak telor asli Betawi yang ada di Setu Babakan, Jakarta Selatan, ketika di temui oleh tim AKURAT.CO dalam Lebaran Betawi 2018 di Setu Babakan, Minggu (29/7).
"Ya kerak telor mah memang adanya si susah dicari paling ya di Setu Babakan si masih ada, tapi gak banyak (pedagangnya) kalo hari-hari biasa. Lagian memang makanan ini adanya pas lagi momen-momen acara besar Betawi, kaya Hut DKI Jakarta maupun Lebaran Betawi," ujar Abdullah.
Abdullah sendiri tidak tahu mengapa kuliner ini hanya hadir di momen-momen tertentu, namun ia berpikir bahwa anak-anak muda Betawi tidak mau untuk berdagang kerak telor.
"Dibilang kenapa susah dicari, ya mungkin kali ini ya anak-anak mudanya pada tidak mau meneruskan jadi pedagang kerak telor untuk melestarikannya. Malu kali apalagi anak zaman sekarang, pada pengennya kerja di kantoran," tambah Abdullah tertawa.
Abdullah mengatakan tersebut bukannya tanpa alasan, hal itu lantaran ia mengakui bahwa banyak pedagang kerak telor yang bukan asli orang Betawi.
"Pedagang kerak telor yang berjualan kerak telor di PRJ (Jakarta Fair) di Kemayoran itu banyak banget yang bukan asli Betawi. Coba aja pas ke sana ajak ngomong Betawi, pasti kagak bisa, tapi Insha Allah kalo yang ada di Setu Babakan yang jual masih orang Betawi asli," tukas Abdullah.
"Pedagang kerak telor yang berjualan kerak telor di PRJ (Jakarta Fair) di Kemayoran itu banyak banget yang bukan asli Betawi. Coba aja pas ke sana ajak ngomong Betawi, pasti kagak bisa, tapi Insha Allah kalo yang ada di Setu Babakan yang jual masih orang Betawi asli," tukas Abdullah.
Sumber : akurat.co

Comments
Post a Comment