Usia pernikahan anak
Ini Salah Satu Alasan Pokok Pernikahan Usia Anak, Yuk Kita Lihat Apa Alasan
Kekhawatiran Indonesia tentang pernikahan anak usia dini masih saja berlangsung. Bahkan, Kata pernikahan dini sudah berubah menjadi pernikahan usia anak.
Pantas saja karena Indonesia ada di peringkat dua se-Asia Tenggara. Pasti, banyak kerugian yang didapat oleh sang pelaku, dan anak-anak lain jika, sudah memutuskan untuk menikah di usia anak.
“Kalau ingin bicara soal ini, panjang ya sebenarnya. Pertama banyak kasus 34,5 persen usia 10 sampai 15 tahun menikah. Contoh saya banyak temui, nikah usia 13 tahun, punya anak usia 14 tahun, usia 15 sudah cerai. Ini hanya salah satu saja risiko rentan cerai menikah di usia anak,” kata Lenny N Rosalin, SE, M.Sc saat di temui AkuratHealth di hotel Mellennium, Jakarta, Senin, (6/8).
Perwakilan Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemenkes ini juga mengatakan, peran orangtua adalah yang paling penting, dari keberlangsungan pernikahan di usia anak ini. Karena menurutnya, jika kerja keras mengedukasi anak, jika orangtua tidak dibekali informasi, akan percuma. Karena yang mengemudi anak adalah orangtuanya.
“Di daerah, ibunya di kasih edukasi, ada yang marah. Biarain aja sih katanya, ngapain dilarang. Rasa ingin lepas tanggung jawab kepada anak yang lebih cepat, rasa ingin instan makanya anak dinikahkan dengan seusia bapaknya, dan sebagainya. Keterbatasan informasi orangtua sebenarnya PR terbesar dari pernikahan di usia anak ini. Ini bukan PR sepele, karena walaupun diinformasikan, tidak sedikit dari mereka yang berpegang teguh pada diri sendiri, hingga informasinya hanya masuk dan langsung keluar lagi,” tambahnya. akurat.co
Ibu berambut pendek ini juga berbagi pengalaman, dimana ada sebuah kasus KUA dan pihak terkait lainnya tidak mengizinkan anak untuk dinikahkan. Banyak orangtua yang ternyata menikahi anaknya diam-diam secara sirih.
“Yakin anak SD minta nikah sendiri? Kata cerai, kata menikah, kalau saya tanya devinisinya juga mungkin mereka gak ngerti. Kalau dari kecil, sudah didoktrin ke arah nikah, sudah disuruh, sudah di arahkan, bagaimana kira-kira dia? Kalau kebanyakan kan didoktrinnya 'Kamu sekolah yang tinggi ya nak, sukses ya nak, jadi wanita karir ya nak', Terus tiba-tiba orangtua nyuruh kamu nikah di usia anak, pasti jawabanya gak akan mau, malah merasa aneh,” kata psikolog Novita Tandry, M. Psych.
Sumber : akurat.co

Comments
Post a Comment